Rabu, 21 September 2011

Kata, Frasa, dan Klausa

Kata, Frasa, dan Klausa
Bila kita melihat tata tingkat atau hirarki dalam bahasa, maka urutan itu dari yang terkecil sampai yang paling luas beserta bidang ilmunya masing-masing adalah:
Bidang            Ilmu Tataran
                                                  Fonologi            Fon/fonem
                                                                          Suku kata
                                                  Morfologi           Morfem
                                                                          Kata
                                                  Sintaksis           Frasa
                                                                          Klausa
                                                                          Kalimat
                                                   Wacana            Alinea
                                       Bagian (sejumlah alinea)
                Anak bab
        Bab
                                Karangan yang utuh
Semua unsur di atas disebut unsur segmental, yaitu unsur-unsur yang dapat dibagi-bagi menjadi bagian atau segmen-segmen yang lebih kecil. Di samping unsur segmental terdapat juga unsur suprasegmenta, yang kehadirannya tergantung dari unsur-unsur segmental. Unsur suprasegmental mulai hadir dalam tataran kata sampai wacana: nada, tekanan keras, panjang, dan intonasi.
Dengan demikian kata merupakan suatu unsur yang dibicarakan dalam morfologi, sebaliknya frasa dan klausa berdasarkan strukturnya termasuk dalam sintaksis.
Frasa adalah suatu konstruksi yang terdiri dari dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan. Kesatuan itu dapat menimbulkan suatu makna baru yang sebelumnya tidak ada. Misalnya dalam frasa rumah ayah muncul makna baru yang menyatakan milik, dalam frasa rumah makan terdapat pengertian baru ‘untuk', sedangkan frasa obat nyamuk terdapat makna baru ‘untuk memberantas'.
Sebaliknya klausa adalah suatu konstruksi yang di dalamnya terdapat beberapa kata yang mengandung hubungan fungsional, yang dalam tatabahasa lama dikenal dengan pengertian subyek, predikat, obyek, dan keterangan-keterangan. Sebuah klausa sekurang-kurangnya harus mengandung satu subyek, satu predikat, dan secara fakultatif satu obyek; dalam hal-hal tertentu klausa terdiri dari satu predikat dan boleh dengan keterangan (bentuk impersonal). Misalnya:
  1. Saya menyanyikan sebuah lagu.
  2. Adik membaca buku.
  3. Anak itu menangis.
  4. Ia sudah bangun.
  5. Diberitahukan kepada umum.
  6. Demikian diceriterakan.
  7. Sementara adik menyanyikan sebuah lagu, saya membaca buku.
  8. Ia makan, karena (ia) lapar.
Konstruksi nomor 1 sampai dengan 6 membentuk satu klausa, dan sekaligus sebuah kalimat. Sebaliknya konstruksi nonor 7 dan 8 merupakan sebuah kalimat yang terdiri dari dua klausa.
Sementara itu, jika kita mendengar orang mengucapkan:
  1. “Maling!” “Pergi!” “Keluar!”
  2. “Rumah ayah.” sebagai jawaban atas pertanyaan, “Rumah siapa itu?”
  3. “Karena lapar.” Sebagai jawaban atas pertanyaan, “Mengapa kamu malas bekerja?”
Semua konstruksi di atas diterima juga sebagai kalimat, walaupun contoh-contoh dalam nomor 9 hanya terdiri dari satu kata, sedangkan nomor 10 dan 11 terdiri dari frasa.
Jika demikian, sebuah kata, sebuah frasa, atau sebuah klasa dapat menjadi sebuah kalimat. Tetapi di mana letak perbedaannya? Kita menyebutnya sebagai kata, frasa, atau klausa, semata-mata berdasarkan unsur segmentalnya. Sebaliknya unsur kata, frasa, dan klausa dapat dijadikan kalimat jika diberikan kepadanya unsur suprasegmental—dalam hal ini intonasi.
Jadi: Kata + intonasi   > kalimat
        Frasa + intonasi  > kalimat
        Klausa + intonasi > kalimat

SEMANTIK

Semantik
Semantik ( semainen, Yunani = berarti, bermaksud) adalah bagian dari tatabahasa yang meneliti makna dalam bahasa tertentu, mencari asal mula dan perkembangan dari arti suatu kata. Dalam semantik hanya dibicarakan tentang makna kata dan perkembangan makna kata.
1. Makna Kata
Arti atau makna adalah hubungan antara tanda berupa lambing bunyi-ujaran dengan hal atau barang yang dimaksudkan.
A. Macam-Macam Arti
Bermacam-macam lembang bunyi ujaran dari gejala-gejala sekitar kita biasanya dikumpulkan delam sebuah buku, dengan diberi penjelasan-penjelasan mengenai hubungan antara bentuk dan gejala-gejala tersebut. Buku-buku semacam ini desebut kamus atau leksikon. Oleh karena itu arti dari kata yang sesuai dngan apa yang kita jumpai dalam leksikon disebut arti leksikal. Dalam kalimat dapat terjadi pergeseran arti leksikal; dapat sedikit saja bergeser, tetapi dapat juga terjadi bahwa arti itu dapat menyimpang jauh dari arti leksikal tadi. Untuk mengetahui arti yang tepat kita harus meneliti hubungannya dalam kalimat, atau dengan kata lain harus meneliti hubungannya dalam struktur bahasa. Arti yang diperoleh dengan cara demikian disebut arti struktural.
Satu lambang bunyi atau simbol bunyi dengan demikian dapat mengandung bermacam-macam arti, baik arti leksikal maupun arti struktural. Karena arti struktural itu dapat bergeser banyak atau sedikit daru artu leksikal, maka ada kemungkinan sebuah kata dalam sejarah pemakaiannya akam mempunyai banak arti. Suatu kata yang memiliki makna lebih dari satu disebut polisemi. 

Homonim dan Sinonim
Arti leksikal dari kata makan, adalah ‘memasukkan sesuatu je dalam mulut, kemudian mengunyah dan menelannya'. Tetapi arti ini dapat bergeser berdasarkan lingkungan dan situasinya. Ia makan tangan , tidak berarti memasukkan tangan ke dalam mulut, mengunyah lalu menelannya. Arti makan tangan dalam hubungan di atas adalah ‘kena tinju' atau ‘beruntung besar'. Makan suap artinya ‘menerima sogok'; makan garam artinya ‘sudah berpengalaman', dan lain-lain.
Makna tersebut masih memiliki hubungan, baik berupa pergeseran maupun berupa kiasan-kiasan. Tetapi ada pula bentuk-bentuk yang tampaknya sama betul tetapi artinya berbeda. Di sini kita tidak berbicara lagi mengenai polisemi, sebab polisemi selalu berarti satu bentuk yang mengandung banyak arti. Di sini kita tidak berhadapan dengan satu bentuk, tetapi ada dua bentuk yang kebetulan sama bentuknya. Dalam hal ini kita sudah masuk dalam bidang lain yang disebut homonim, yaitu kata-kata yang mempunyai bentuk yang sama tetapi artinya berbeda. Misalnya kata bisa, memiliki arti sanggup dan racun.
Di samping kata-kata yang berbentuk sama, ada kata-kata yang bentuknya berbeda tetapi artinya sama, yang lazimnya disebut sinonim. Misalnya ada bentuk buku dan kitab yang mempunyai makna sama. Pengertian sama di sini tidak berlaku mutlak, sebab dalam pemakaian sehari-hari tidak ada dua kata yang sama betul artinya. Jika kita ambil contoh di atas, maka seandainya kitab dan buku benar-benar sinonim, dalam arti sama betul artinya, maka di mana-mana keduanya harus selallu dapat bertukat tempat. Tetapi kenyataannya dalam pemakaian sehari-hari ada juga diferensiasinya. Tatabuku tidak dapat diganti dengan Tatakitab, memegang buku tidak dapat diganti dengan memegang kitab. Jadi dalam penggunaan sehari-hari sudah ada diferensiasi; tidak ada kata yang benar-benar sinonim dalam pengertian yang mutlak. 

Perubahan Makna

Dalam pertumbuhan bahasa, makna suatu kata dapat pula mengalami perubahan. Perubahan makna itu dapat dilihat dari bermacam-macam sudut. Di antara bermacam-macam peristiwa perubahan makna yang penting adalah:
  1. Meluas, cakupan makna sekarang lebih luas daripada makna yang lama. Berlayar, dulu digunakan dengan pengertian bergerak di laut dengan memakai layar, tetapi sekarang semua tindakan mengarungi lautan atau perairan dengan alat apa saja disebut berlayar . Dahulu kata bapak dan hanya dipakai dalam hubungan biologis, sekarang semua orang yang lebih tua atau lebih tinggi kedudukannya disebut bapak sedangkan segala orang yang dianggap sama derajatnya disebut saudara.
  2. Menyempit, cakupan arti dulu lebih luas daripada makna sekarang. Kata sarjana dulu digunakan untuk menyebut semua orang cendekiawan, sekarang dipakai untuk gelar universiter . Pendeta dulu berarti orang yang berilmu, sekarang dipakai untuk menyebut guru agama Kri sten.
  3. Amelioratif, adalah suatu proses perubahan arti di mana arti baru dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilainya dari dulu; wanita dirasakan lebih tinggi nilainya dari kata perempuan; isteri atau nyonya dirasakan lebih tinggi atau lebih baik daripaada kata bini.
  4. Peyoratif, kebalikan dari ameliorative, peyoratif adalah suatu proses perubahan makna di mana arti baru dirasakan lebih rendah milainya dari dulu. Menyebut Perempuan dulu tidak ada rasa yang kurang baik, tetapi sekarang dirasakan kurang baik.
  5. Sinestesia, yaitu perubahan makna akibat pertukaran tanggapan antara dua indera yang berlainan. Contoh: Kata-katanya pedas, suaranya sedap didengar, pidatonya hambar, dan lain-lain.
  6. Asosiasi, adalah perubahan makna yang terjadi karena persamaan sifat. Contoh: Amplop artinya sogokan, dan lain-lain

Perubahan Makna

Dalam pertumbuhan bahasa, makna suatu kata dapat pula mengalami perubahan. Perubahan makna itu dapat dilihat dari bermacam-macam sudut. Di antara bermacam-macam peristiwa perubahan makna yang penting adalah:
  1. Meluas, cakupan makna sekarang lebih luas daripada makna yang lama. Berlayar, dulu digunakan dengan pengertian bergerak di laut dengan memakai layar, tetapi sekarang semua tindakan mengarungi lautan atau perairan dengan alat apa saja disebut berlayar . Dahulu kata bapak dan hanya dipakai dalam hubungan biologis, sekarang semua orang yang lebih tua atau lebih tinggi kedudukannya disebut bapak sedangkan segala orang yang dianggap sama derajatnya disebut saudara.
  2. Menyempit, cakupan arti dulu lebih luas daripada makna sekarang. Kata sarjana dulu digunakan untuk menyebut semua orang cendekiawan, sekarang dipakai untuk gelar universiter . Pendeta dulu berarti orang yang berilmu, sekarang dipakai untuk menyebut guru agama Kri sten.
  3. Amelioratif, adalah suatu proses perubahan arti di mana arti baru dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilainya dari dulu; wanita dirasakan lebih tinggi nilainya dari kata perempuan; isteri atau nyonya dirasakan lebih tinggi atau lebih baik daripaada kata bini.
  4. Peyoratif, kebalikan dari ameliorative, peyoratif adalah suatu proses perubahan makna di mana arti baru dirasakan lebih rendah milainya dari dulu. Menyebut Perempuan dulu tidak ada rasa yang kurang baik, tetapi sekarang dirasakan kurang baik.
  5. Sinestesia, yaitu perubahan makna akibat pertukaran tanggapan antara dua indera yang berlainan. Contoh: Kata-katanya pedas, suaranya sedap didengar, pidatonya hambar, dan lain-lain.
  6. Asosiasi, adalah perubahan makna yang terjadi karena persamaan sifat. Contoh: Amplop artinya sogokan, dan lain-lain.

    PERUBAHAN BENTUK KATA
    Perubahan bentuk kata dapat kita bedakan atas 1) perubahan dari bentuk kata-kata dairi pebendaharaan kata-kata asli suatu bahasa karena pertumbuhan dalam bahasa itu sendiri, 2) perubahan dari kata-kata pinjaman.
    A. Adaptasi
    Bahasa Indonesia selama berabad-abad mendapat bermacam-macam pengaruh dari luar, yaitu pengaruh dari bahasa-bahasa asing dan bahasa-bahasa daerah. Semua bentuk asing itu tidak diterima begitu saja, tetapi selalu mengalami proses penyesuaian atau adaptasi sesuai dengan struktur bahasa Indonesia.
    Adaptasi atau penyesuaian bentuk itu dapat dibedakan atas:
    1. Adaptasi berdasarkan sistem fonologi bahasa Indonesia.
        Contoh: Voorschot (Belanda) > persekot
                     Voorlper (Belanda)  > pelopor
    2. Adaptasi berdasarkan struktur bentuk kata (morfologi) dalam bahasa Indonesia.
        Contoh: parameswari (Sansekerta) > permaisuri
                     prakara (Sansekerta)        > perkara
    Bila bentuk-bentuk asing itu tidak menunjukkan pertentangan-pertentangan atau perbedaan structural dengan bahasa Indonesia maka kata-kata asing itu diterima begitu saja tanpa mengalami adaptasi.
    B. Analogi
    Analogi adalah pembentukan suatu kata baru berdasarkan suatu contoh yang sudah ada. Misalnya berdasarkan bentuk-bentuk seperti sosialisme, sosialist, dan lain-lain, terbentuklah kata-kata seperti marhaenisme, marhaenis, pancasilais, dan lain-lain.
    C. Kontaminasi atau Perancuan
    Selain dari analogi ada cara pembentukan lain yang disebut kontaminasi atau perancuan, yakni dari dua ungkapan yang berlainan diturunkan suatu ungkapan baru.
    Contoh: Dari ungkapan-ungkapan membungkukkan badan dan menundukkan kepala dibuat kontaminasi: menundukkan kepala.
    D. Macam-Macam Perubahan Bentuk Kata
    Dalam pertumbuhan bahasa banyak kata yang mengalami perubahan. Perubahan-perubahan pada suatu kata tidak hanya terjadi karena proses adaptasi, tetapi juga disebabkan bermacam-macam hal lain, misalnya salah dengar, usaha memendekkan suatu kata yang panjang dan sebagainya. Kata bis yang sehari-hari dipakai sebenarnya berasal dari kata veniculum omnibus , yang berarti ‘kendaraan untuk umum'. Tetapi karena terlalu panjang maka yang diambil hanya suku kata terakhir, yang sebenarnya hanya merupakan sebuah akhiran.

KATA MEJEMUK

KATA MEJEMUK

Kata Majemuk atau Kompositum adalah gabungan dari da kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan arti.
Pada umumnya struktur kata majemuk sama seperti kata biasa yaitu tidak dapat dipecahkan lagi atas bagian-bagian yang lebih kecil. Contoh: saputangan, matahari, orangtua, kakitangan, dan lain-lain. Namun pada kenyataannya, ada bentuk kata yang lazimnya dianggap sebagai kata majemuk, masih menunjukkan struktur yang renggang, dalam artian masih dapat dipisahkan oleh unsure-unsur lain.
Contoh: rumah makan = at dipulangkan kepada frase rumah tempat makan.
1. Terjadinya Kata Majemuk
Jika kata-kata itu masih dapat dikembalikan ke dalam bentuk-bentuk yang lain, mengapa sampai digolongkan sebagai kata majemuk?
Untuk mendapat suatu gambaran yang jelas, kita harus meninjau sejarah terbentuknya kata-kata maemuk tersebut. Menurut sejarah kata-kata majemuk itu pada mulanya merupakan urutan kata yang bersifat sintaksis. Dalam urutannya yang bersifat sintaksis tadi, tiap-tiap bentuk mengandung arti yang sepenuhnya sebagai sebuah kata. Tetapi lambat laun karena sering dipakai, hubungan sintaksis itu menjadi beku; dan sejalan dengan gerak pembekuan tersebut, bidang arti yang didukung tiap-tiap bentuk juga lenyap dan terciptalah bidang arti baru yang didukung bersama. Dan dalam proses ini tidak semua urutan itu telah sampai kepada taraf terakhir. Ada urutan kata yang masih dalam gerak ke arah pembekuan, ada yang sudah sampai kepada pembekuan itu yang masih dalam gerak itu dapat disebabkan karena gabungan itu memang sifatnya sangat longgar atau karena istilah tersebut baru saja tercipta.
Kata-kata yang masih dalam gerak inilah yang masih dapat dipecahkan strukturnya dengan meyisipkan kata-kata lain di antaranya, atau dapat dikembalikan kepada bentuk lain dengan cara transformasi. Tetapi karena frekuensi pemakaian tinggi, serta keterangan yang menerangkan bentuk itu harus selalu mengenai kesatuannya, maka kata-kata tersebut dimasukkan juga ke dalam kata majemuk.
Contoh: Rumah makan, walaupun strukturnya agak longgar, namun sering dipakai sebagai satu kesatuan arti; di samping itu keterangannya harus menerangkan keseluruhannya. Rumah makan yang baru; ‘yang baru' bukan menerangkan makan saja atau rumah saja, tetapi seluruh kesatuan itu.
2. Sifat Kata Majemuk
Berdasarkan sifat kata majemuk dengan melihat adanya inti dari pada kesatuan itu, maka kata majemuk dapat dibagi atas:
a. Kata majemuk yang bersifat eksosentris.
b. Kata majemuk yang bersifat endosentris.
Kata majemuk yang bersifat eksosentris adalah kata majemuk yang tidak mengandung satu unsure inti dari gabungan itu. Dengan kata lain kedua-duanya merupakan inti. Contoh: tuamuda, hancurlebur, kakitangan, dan lain-lain.
Sebaliknya, jika ada satu unsur yang menjadi inti dari gabungan itu maka sifatnya endosentris. Contoh: saputangan, orangtua, matahari, dan lain-lain, dimana sapu, orang, dan mata merupakan unsur intinya.

Jumat, 09 September 2011

KELAS XI SMK

BAB III
MEMAHAMI SURAT PERINTAH KERJA

A.       Pengertian Surat
Surat adalah alat komunikasi tulis untk menyampaikan berita/informasi dari satu pihak ke pihak lain.
B.       Fungsi Surat
1.    Alat komunikasi
2.    Alat bukti tertulis
3.    Alat pengingat
4.    Alat bukti historis
5.    Duta/wakil organisasi
6.    Alat pedoman kerja
C.       Jenis Surat
Berdasarkan isi/pembuatnya
1.    Surat bisnis
2.    Surat dinas
3.    Surat pribadi
a.    Surat pribadi bersifat resmi
Contoh: surat lamaran kerja, surat izin, surat permohonan.
b.    Surat pribadi bersifat tidak resmi
Berdasarkan jenisnya
1.    Himbauan
2.    Petunjuk
3.    Peraturan
4.    Pedoman
5.    Undang-undang
D.  Bagian Surat
1.      Kepala surat (kop surat)
a.       Nama lembaga/organisasi/instansi
b.      Alamat lembaga/organisasi/instansi;
c.       Nomor telefon, faximile, email, website;
d.      Bidang usaha;
e.       Nama dan alamat kantor cabang;
f.        Logo organisasi.
2.      Nomor, lampiran, dan hal surat
-         Nomor surat: kode urut, kode pokok maslah, bulan, tahun.
-         Lampiran: berapa lembar/bendel?
-         Hal: pemberitahuan/undangan/
3.      Tempat dan tanggal pembuatan surat
Ada tiga cara penenmpatan tanggal surat, yaitu di bawah kepala surat sebelah kiri, di bawah kepala surat sebelah kanan, dan di bawah tubuh surat.
4.      Alamat surat
a.       Alamat biasa
Contoh: Jalan Mawar No.09 Jakarta Barat-56674
b.      Alamat PO BOX:
Contoh: PO BOX 25 JKT-67889
            Contoh penulisan alamat:
a.       Alamat yang ditujukan kepada perorangan
Yth. Bapak Yunan Arifin
Jalan Candrakirana 14
Semarang - 52276
b.      Alamat yang ditujukan kepada jabatan
Yth. Kepala SMK Ma’arif NU 2 Ajibarang
Jalan Raya Ajibarang 45
Ajibarang – 65768
c.       Menggunakan alamat orang lain
Yth. Sdr. Lusi
d.a. Sdr. Ana Maria
Jalan Ronggowarsito 76
Semarang
d.      Menunjuk nama organisasi
Kepada Toko Laris Jaya
Jalan Melati 06
Bumiayu -  65657
e.       Menunjuk langsung bagian yang dituju
Yth Kepala SMK Ma’arif NU 2 Ajibarang
u.p Waka Kurikulum
Jalan Kalimasada 78
Ajibarang
5.      Salam pembuka
-         Hormat Kami, à resmi
-         Salam Sejahtera,  à akrab
-         Assalamualaikum Wr. Wb.,
-         Merdeka.
Untuk surat resmi bagian ini dapat dihilangkan atau masuk dalam alinea pembuka
-         Diberitahukan dengan hormat bahwa….
-         Dengan hormat diberitahukan bahwa….
-         Deangan hormat kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara…
6.      Tubuh surat
a.       Alinea pembuka
1)      Menunjuk surat yang ada/pernah diterima/dikirim
-      Sehubungan dengan surat Saudara No. 5/IX/11 tanggal 4 September 2011 tentang….
-      Berdasarkan instruksi Menteri Pendidikan No.78/VII/11 tanggal 3 Juni 2011 tentang…. Maka….
-      Setelah membaca surat Saudara Nomor…tangggal…
(berkenaan dengan, menunjuk surat Saudara, membalas, menanggapi, memenuhi permintaan Saudara, sesuai dengan, setelah membaca,dll.)
2)      Latar belakang/alasan
-      Dalam rangka memperingati…
-      Untuk meningkatkan ….
-      Mengingat masih banyak pegawai…, maka…
-      Sehubungan dengan rencana…
3)      Langsung menyampaikan maksud
-      Diberitahukan dengan hormat, bahwa…
-      Diumumkan kepada seluruh siswa SMK Ma’arif NU 2 Ajibarang, bahwa….
-      Kami mengundang Bapak/Saudara….
-      Kami meminta bantuan Saudara….
(ungkapan bersama apabila disertakan lampiran)
4)   Alinea Inti
Secara deduktif (umum ke khusus)
-        Mengingat tagihan rekening telepon mengalami kenaikan setiap bulannya, maka dengan ini diberitahukan kepada seluruh karyawan bahwa penggunaan telepon dibatasi hanya untuk kepntingan kantor.
-       Berkenan dengan ….. , maka …..
Secara induktif (khusus ke umum)
-       Dengan ini diberitahukan bahwa mulai bulan September 2011, penggunaan telepon kantor dibatasi hanya untuk keprluan kantor. Hal ini disebabkan oleh tagian rekening telepon kantor selalu mengalami kenaikan setiap bulan.
-       Diberitahukan kepada siswa …. Hal ini disebabkan …..
Alinea pembuka dipisah dengan alinea inti
-       Untuk meningkatkan pelayanan kepada siswa SMK Ma’arif NU 2 Ajibarang, sejak tanggal 10 September 2011 kami akan melakukan pembangunan perpustakaan terpadu.

Sehubungan dengan itu mulai tanggal tersebut sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut pelayanan perpustakaan pada sore hari ditiadakan.
Alinea pembuka digabung dengan alinea inti
-       Berkenaan dengan pembangunan Perpustakaan Terpadu, maka mulai tanggal 11 September 2011 pelayanan perpustakaan pada sore hari untuk sementara ditiadakan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
5)    Alinea penutup
-       Atas perhatian Bapak/Ibu/Saudara kami mengucapkan terima kasih.
-       Kami menunggu balasan Saudara secepatnya.
-       Kami menunggu pesan Saudara. Atas perhatian Saudara kami mengucapkan terima kasih.
-       Semoga informasi ini bermanfaat bagi saudara. Terima kasih.
-       Demikian surat ini dibuat agar dipergunakan sebagaimana mestinya.
-       Semoga saudara maklum. Terima kasih.
-       Semoga kerja sama ini dapat ditingkatkan lagi di masa mandating.
-       Besar harapan kami atas terkabulnya permohonan ini. Atas perhatian Bapak/Ibu/Saudara kami mengucapkan terima kasih.
7.      Salam penutup
-         Hormat kami,
-         Salam sejahtera,
-         Wassalam,
8.       Jabatan penanda tangan surat
a.       Di atas tanda tangan (instansi pemerintah dan sebagian swasta menggunakan model ini)
Hormat kami,
Kepala


Barda Sabastian, SE.
NIP 123456789
b.      Di bawah nama terang (instansi swasta sering menggunakan model ini)
Hormat kami,

Dani Safitri, S.Pd.
Direktur
c.       Apabila ditandatangani oleh pihak yang diberi kuasa
Hormat kami,
p.p PT Mawar Hitam


Wahyu Nugroho, M.Pd.
9.      Tembusan
Tembusan berfungsi untuk mengetahui kepada siapa saja surat disampaikan.
Tembusan:
1.      Yth. Ketua Yayasan Pendidikan Ma’arif NU Ajibarang
2.      Yth. Pengurus harian yayasan









D.      Model Surat Perintah Kerja
1.      Surat Perintah
surat erisi perintahdari atasan kepada bawahan.
Contoh:



 
 
KEMENTERIAN KESEHATAN  RI
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANYUASIN
Jalan Diponegoro 56 Purwokerto, Telp 175000, Fax. 5665656

SURAT PERINTAH
No.: 28/PRT/VII/2011

Dasar     : Dalam rangka menanggulangi wabah penyakit demam berdarah maka dipandang untuk melakukan Program Pencegahan Penyakit Demam Berdarah di daerah rawan endemik.
Kepada    : dr. Asmara Ningsih, Dokter Puskesmas Bukitsekali.
Untuk       :1. Merencanakan Program Pemberantasan Pencegahan Penyakit Demam Berdarah.
                2. Memberikan obat abate kepada masyarakat.
                3. Melakukanpenyemrotan ke rumah penduduk dan sekolah.
                4. Semua biaya dibiayai dengan anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin.
                5. Perintah ini agar dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.


Dikeluarkan di : Banyuasin
Pada tanggal    : 12 Mei 2011
Kepala,

                                                                                 ttd

                                                                                  Dr. dr. Fahri Aziz






 
 
PERUSAHAAN ANEKA RASA
Jalan Pancurendang 45, Telp.(021) 56363737, Fax. (041) 8743665

Nomor: 06/T7/VII/11                                                                                                     19 Agustus 2011
Lamp.  :
Hal                   : Mengikuti Pelatihan


Yth. Bapak Bimo Silalahi
Bid. Produksi
Di Ajibarang


Dalam rangka meningkatkan kemampauan untuk mencapai produktivitas dan efisiensi kerja yang sebesar-besarnya maka diperintahkan kepada Saudara untuk:

1.      Mengikuti Pelatihan Makanan Khas Banyumas yang diselnggarakan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata.
2.      Pelatihan berlangsung dari tanggal 25 s.d 1 September 2011 bertempat di Hotel Dinasti Purwokerto.
3.      Biaya untuk keperluan ditanggung oleh perusahaan.
4.      Melaporkan hasil pelaksanaan Surat Perintah ini kepada Biro Kepegawaian atasan langsung yang bersangkutan.

Demikian surat perintah ini dibuat untuk dilaksanakan dengan baik.


                                                                                                                                                                                                                                                                                         Direktur,

                                                                                   
                                                                                                                                                                                                                                                                                          Doni Tata, SE  
              




2.   Surat Edaran
Surat edaran adalah surat pemberitahuan tertulis yang ditujukan kepada pejabat/pegawai                                                                                                         

 
SEKRETARIS DAERAH
Jalan Kacangijobae 45, Telp.(021) 56363737, Fax. (041) 8743665


Nomor : 06/T7/VII/11                                                                      19 Agustus 2011
Lamp.  :
Hal      : Warna Tinta Stempel


Yth. Lurah
Seluruh kabupaten Brebes
Di Brebes

SURAT EDARAN
Berdasarkan pencermatan di lapangan, diketahui bahwa penggunaan tinta stempel LPMK, RT, dan RW tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka diminta kepada Lurah untuk menyampaikan kepada LPMK, RT, dan RW di wilayahnya bawha berdasarkan Peraturan Bupati Brebes Nomor 56 Tahun 1997, stemnpel LPMK, RT,dan RW menggunakan tinta berwarna biru.

Demikian untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.


SEKRETARIS DAERAH
ASISTEN TATA PRAJA


Drs. Toto Sirait, M. Si.ka meningkatkan kemampauan untukdilaksanakan dengan baik.an atasan langsung yang bersangkutanesarnya maka diperi

Tembusan:
1.      Asisten Tata Praja Setda Brebes
2.      Ka. Bag. Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Brebes
Camat Seluruh kabupaten Brebes.




3. Surat Pengumuman
Surat pengumuman adalah pemberitahuan kepada seseorang banyak tentang sesuatu masalah agar diketahui dan dilaksanakan oleh orang banyak yang berkepentingan.


SD PELITA HARAPAN
Jalan Kacangijobae 45, Telp.(021) 56363737, Fax. (041) 8743665
Surabaya



Nomor: 06/T7/VII/11                                                                                         19 Agustus 2011
Lamp.  :
Hal       : Penerimaan Murid Baru


Yth. Lurah
Seluruh kabupaten Brebes
Di Brebes

Dengan hormat,
Sehubungan dengan kegiatan penerimaan murid baru tahun ajaran 2011/2012 dengan ini diumumkan hal-hal sebagai berikut.
1.      Waktu pendaftaran dari tanggal 12-25 Juni 2011 setiap hari kerja pukul 08.00-10.00.
2.      Syarat-syarat pendaftaran:
a.       Berusia minimal 6 tahun (terhitung 1 Juli 2011).
b.      1 lembar fotokopi akte kelahiran.
c.       1 lembar fotokopi kartu keluarga.
d.      2 lembar pas foto 3x4.
e.       Membayar formulir pendaftaran seharga Rp50.000.

Bagi yang belum melengkapi syarat-syarat di atas mohon segera dipersiapkan. Atas kerja sama Bapak/Ibu/Saudara kami mengucapkan terima kasih.


Kepala Sekolah


Drs. Toto Sirait, M. Si.



DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Jalan Sekaran 45, Telp.(021) 56363737 Semarang


PENGUMUMAN
No.: 23/PH/VI/11

Tentang
Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2011/2012



Dalam rangka penerimaan mahasiswa baru tahun 2011/2012, maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dengan ini Rektor Universitas Negeri Semarang mohon perhatian masyarakat mengenai hal-hal sebagai berikut:
1.      Universitas Negeri Semarang tidak mengakui dan tidak melayani oknum-oknum yang menyebut dirinya sebagai perantara bagi penerimaan mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2011/2012.
2.      Universitas Negeri Semarang tidak mengadakan pungutan biaya apapun di luar biaya ujian masuk perguruan tinggi negeri tahun 2011 sebesar Rp 100.000,00 untuk kelompok IPA/IPS, dan RP 150.000,00 untuk Kelompok IPC per calon.
3.      Punggutan bagi para mahasiswa yang telah diterima adalah SPP dan dana lain sesuai dengan peratureri tahun 2011 sebesar Rp 100.000,00 untukan yang berlaku.

Berhubung dengan hal-hal tersebut di atas maka diserukan kepada masyarakat agar tidak menghubungi dan memberikan pembayaran uang atau apapun juga kepada siapapun yang berhubungan dengan penerimaan mahasiswa baru di Universitas Negeri Semarang.
Kerugian yang timbul karena pembayaran/pemberian tersebut bukanlah tanggung jawab Universitas Negeri Semarang.


Semarang, 26 Mei 2011
Rektor UNNES



Prof. Dr. Sudijono Sastroatmojdo, M.Si.ka meningkatkan kemampauan untukdilaksanakan dengan baik.an atasan langsung yang bersangkutanesarnya maka diperi




ka meningkatkan kemampauan untukdilaksanakan dengan baik.an atasan langsung yang bersangkutanesarnya maka diperi

KELAS X SMK

BAB III
MEMBACA PERMULAAN DAN LANJUTAN


a.       Pengertian membaca
-         Proses melisankan tulisan;
-         Mempersepsi tuturan tulis;
-         Proses pemberian makna kepada symbol-simbol;
-         Proses yg dilakukan pembaca untuk memperoleh pesan yg hendak disampaikan oleh penulis melalui media tulis;
b.      Pembagian membaca
Berdasarkan tingkar kesulitan
1.      Membaca cepat pemula (120-150 kpm), pemahaman 60-70%.
2.      Membaca cepat lanjutan (230-250 kpm)
c.       Teknik Membaca
1.    Teknik Scanning
Teknik membaca sekilas cepat, tetapi teliti dengan maksud menemukan dan memperoleh informasi tertentu atau fakta khusus dari sebuah bacaan (Harjasujana dan Mulyati 1997:65 dan Tarigan 1994:31). Tujuan teknik scanning, yaitu untuk menemukan topic tetentu, memilih acara televisi, menemukan kata di kamus, mencari nomor telefon, mencari entri pada indeks (Soedarsono 2004: 90-96, Hariyadi 2006: 171).
2.    Teknik Skimming
Istilah skimming yaitu layap (Harjasujana dan Mulyati 1997:64), sekilas (Tarigan 1994:30), selintas (widyamartaya, 2004:44). Teknik membaca skimming adalah membaca dengan menjelajahi atau menyapu bacaan dengan cepat untuk memahami atau menemukan hal-hal yang penting (Haryadi 2006:157). Tujuan membaca skimming, yaitu mengenal topik bacaan, opini, bagian penting organisasi bacaan, penyegaran, dan memperoleh kesan umum (Harjasujana dan Mulyati 1997:64-65, Soedarsono 2004:88-89, Widyamartaya 2004:44, Tarigan 1994:32, dan Hariyadi 2006:32).

Berdasarkan tingkat hasil yang diperoleh
1.      Membaca literalà arti tersurat
2.      Membaca kritisà rasional, kritis, mendalam, pikiran menganalisis,
3.      Membaca kreatif à menghubungkan dengan pengalaman sebelumnya
Berdasarkan ada atau tidak suara dari mulut
1.      Membaca nyaring
2.      Membaca dalam hati
a.      Membaca ekstensif
Secara sempit, waktu lama, mendetail
1)      Membaca survei
Contoh: membaca kliping, buku, artikel, bab,
2)      Membaca sekilas/skimming
3)      Mambaca dangkal
Bersifat lancer, tidak mendalam, demi kesenangan.
Contoh: membaca cerpen
b.      Membaca intensif
Secara luas, waktu singkat, pokok
1)      Membaca telaah isi
(a)    Membaca telitiàseksama, detail
Contoh: menelaah tugas, membuat catatan, membaca paragraph dengan pergertian,
(b)   Membaca pemahamanàpaham secara menyeluruh
Contoh: membaca resensi tulis, drama tulis, pola-pola fiksi, dll.
(c)     Membaca kritisà secara bijaksana, mendalam, evaluative, dan analitis
(d)   Membaca ide
2)      Membaca telaah bahasa
(a)    Membaca bahasa
(1)   Membaca bahasa asing
(2)    membaca
(b)   Membaca sastra

Sabtu, 14 Mei 2011

Dukung Pulau Komodo Sebagai 7 Keajaiban Dunia

Ayo Dukung Pulau Komodo sebagai 7 Keajaiban Dunia
1. Buka situs http://www.new7wonders.com/
2. Pilih Page NEW7WOWNDERS
3. Pilih PULAU KOMODO dan ke 6 keajaiban   dunia lainnya.
4. Next, dan isi semua data yang ada. Termasuk alamat email anda.
5. Setelah mengisi semua data yang ada dan melanjutkan step berikutnya. Maka BUKA E-MAIL ANDA UNTUK MENGKONFIRM. Dan KLIK LINK-NYA untuk melanjutkan step yang berikutnya.
6. Voting atau SUARA DUKUNGAN ANDA telah DITERIMA.

DAN STEP BERIKUTNYA!! AJAK TEMAN-TEMAN ANDA UNTUK MEN-VOTING PULAU KOMODO MENJADI SALAH SATU KEAJAIBAN DUNIA YANG BARU!!SEKARANG JUGA!!

123 
Nb : Pulau KOMODO mendapatkan suara terendah dalam perolehan suara melalui media INternet. Untuk itu SEGERA ajak teman-teman anda. Penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta, pastinya dapat menjadikan PULAU KOMODO menjadi KEAJAIBAN DUNIA YANG BARU.