Rabu, 09 November 2011

SOAL BAHASA INDONESIA SMK X


LEMBARAN SOAL


Mata Pelajaran   : BAHASA INDONESIA
Sat. Pendidikan  : SMA
Kelas / Program : X   ( SEPULUH  )

PETUNJUK UMUM
1.    Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan
2.    Periksa dan bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja
3.    Kerjakanlah soal anda pada lembar jawaban
4.    Gunakan waktu dengan efektif dan efisien
5.    Periksalah pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada Pengawas

 


1.
     Dalam kehidupan pribadi, disiplin berarti peraturan yang dibuat dan digunakan untuk diri sendiri, yang tidak boleh bertentangan dengan peraturan umum. Bangun dan melakukan sesuatu tepat pada waktunya, hadir dalam suatu acara pada waktu yang ditetapkan, atau melakukan tugas dan kewajiban dengan tepat dan tertib.

Pertanyaan yang tepat untuk isi paragraf diatas adalah . . . .

a.
Bagaimanakah cara membentuk jiwa disiplin?

b.
Apa akibatnya jika kita tidak disiplin?

c.
Benarkah disiplin itu dimiliki setiap manusia?

d.
Siapakah yang membentuk diri kita menjadi disiplin?

e.
Di mana disiplin dilaksanakan?

2.
     Gemercik suara air yang mengalir di bawah Gua Jatijajar terdengar begitu syahdu di telingaku. Udaranya yang sejuk menusuk kulit sangat terasa di tubuh. Pohon-pohon yang besar dan rindang berjejer di sepanjang pintu masuk menuju gua. Hal ini menambah betah pengunjung berlama-lama menikmati keindahan ukiran alam gua bersejarah itu.

Jenis karangan di atas adalah . . . .

a.
deskripsi

b.
narasi

c.
eksposisi

d.
argumentasi

e.
persuasi
3.
     Bisnis penerbangan adalah bisnis yang mahal dan rumit. Persaingan pun sangat ketat. Di bisnis seperti inilah Merpati harus terjun. Sementara itu, pada saat yang sama perusahaan ini harus mengemban misi yang tidak ringan, yaitu melayani rute-rute perintis. Rute seperti ini jelas merupakan rute komersial, alias besar kemungkinan merugi, namun demi kepentingan nasional rute ini harus dijalani.

Pikiran utama paragraf di atas terdapat pada . . . .

a.
Kalimat pertama

b.
Kalimat ketiga

c.
Kalimat kelima

d.
Kalimat kedua

e.
Kalimat keempat

4.
(3) Mengubah ancaman hukuman dalam pasal 542 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dari hukuman kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya tujuh ribu lima ratus rupiah menjadi hukuman penjara selama-lamanya enam tahun atau denda sebanyak-banyaknya lima belas juta rupiah.
(4) Mengubah sebutan pasal 542 menjadi pasal 303 bis.

Pasal 3
(1)      Pemerintah mengatur penertiban perjudian sesuai dengan jiwa dan maksud undang-undang ini.
(2)      Pelaksanaan ayat 1 pasal ini diatur dengan peraturan perundang-undangan.

Kesimpulan isi peraturan tersebut adalah………

a.
Pemrintah mengatur penertiban perjudian berdasarkan Undang-Undang Hukum Pidana

b.
Pelaksanaan undang-undang pasal 542 diubah menjadi pasal 303 bis.

c.
Ayat 1 dilaksanakan dengan peraturan undang-undang.

d.
Sebutan pasal 542 diubah menjadi 303 bis.

e.
Terjadi perubahan ancaman hukuman pasal 542 ayat 2.

5.
Assalamualaikum wr. wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Marilah dikusi ini kita buka dengan membaca doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Sebelumnya, perkenalkan saya James. Baiklah kita lanjutkan ke acara yang kedua, yaitu….

Kalimat perkenalan di atas diucapkan oleh seorang…..

a.
penyaji

b.
moderator

c.
penanya

d.
protokol

e.
ketua kelas

6.
Timah dipanaskan pasti memuai. Besi pun jika dipanaskan akan memuai. Tembaga juga akan memuai jika dipanaskan. Bahkan, baja sekalipun memuai. …….semua logam jika dipanaskan akan memuai.

Kata hubung antarkalimat yang tepat untuk mengisi rumpang di atas adalah………

a.
sehingga

b.
akan tetapi

c.
jadi

d.
oleh karena itu

e.
Kemudian





7.
Kalimat yang mengandung ragam bahasa resmi terdapat pada….

a.
Hai, mau kemana? Boleh, dong, aku ikut.

b.
Sendiri saja, boleh aku menemanimu?

c.
Halo! Ke mana, nih, pagi-pagi?

d.
Wah, ngeborong, nih, ya?

e.
Pulang dari mana, kok, buru-buru amat?

8.
Hampir tidak ditemukan kelemahan dalam novel ini. Semua unsur intrinsik dalam karya ini muncul dengan utuh sehingga, baik siswa maupun guru dapat memahami karya ini.

Pernyataan tersebut merupakan penggalan resesi yang berisikan….

a.
nilai-nilai isi karya sastra

b.
spesifikasi novel tersebut

c.
identifikasi novel

d.
keunggulan novel tersebut

e.
kelemahan novel.

9.
…………………….
Jika Bapak berkenan untuk memakai produk-produk kami, Bapak dapat memesan langsung ke alamat kami atau menghubungi via telepon. Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terima kasih.

                                                                             Pimpinan
                                                                      Sedyo Rhamdani

Kutipan surat niaga di atas adalah sebagai penutup….

a.
surat perjanjian jual beli

b.
surat penawaran

c.
surat produk baru

d.
surat permintaan

e.
surat catatan barang

10.

“One Two Three..Three in One!”

macam aba-aba, “ one two three” atau satu dua tiga. Tiba-tiba pada selasa (23/12), Gubernur Sutiyoso melakukan memberlakukan “3 in I” plus. Artinya, memberlakukan perluasan kawasan pembatasan penumpang  (KPP) atau three in one plus yang pagi-sore. Padahal, three in one sebelumnya pun dinilai tidak efektif. Entah terpengaruh teduh dan tenangnya hari libur Natal, banyak warga menyambut pengumuman ini tenang-tenang saja.
(Kompas, 27 Desember 2003)

Pernyataan kritik disertai alasan sesuai isi paragraf di atas adalah……

a.
Saya kurang sependapat dengan kebijaksanaan Pemprov DKI yang memberlakukan three in one plus  karena sebelumnya pun tidak efektif.  

b.
Pemberlakuan itu salah  karena kemacetan terjadi di semua ruas jalan di Jakarta.

c.
Pemberlakuan three in one plus kurang mendapat sambutan dari masyarakat.

d.
Saya sangat tidak sependapat dengan kebijakan pemerintah DKI yang buru-buru meluncurkan sistem busway karena prasarananya belum dibangun.

e.
Menurut saya, Pemprov DKI terburu-buru, padahal sarananya belum dibangun.

11.
Indeks

Adjektiva, 36, 171, 187 - 190
Abverbia, 36, 197, 199, 202, 206.
…

Penjelasan yang tidak benar berdasarkan indeks di atas adalah…..

a.
Kita dapat menemukan kata adjektiva di halaman 36.

b.
Kata adverbia terdapat di halaman 36, 197, 199, 202, 206.

c.
Informasi lengkap kata adjektiva terdapat di halaman 36, 171, 187-190.

d.
Informasi kata adjektiva terdapat di halaman 189.

e.
Informasi lengkap kata adverbia terdapat di halaman 36-206.

12.
Meskipun sudah besar, perilakunya masih kekanak-kanakan.

Makna imbuhan ke-/-an pada kata kekanak-kanakan menyatakan……

a.
sebab

b.
menyerupai

c.
proses

d.
cara

e.
Hal

13.
Aku merasa kasihan kepada ibuku. Pagi-pagi harus sudah bangun untuk menyiapkan sarapan. Setelah itu, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya. Semua itu karena pembantu  pulang.

Paragraf  di atas dikembangkan dengan penalaran…..

a.
analogi

b.
sebab-akibat

c.
definisi

d.
generalisasi

e.
akibat-sebab

14.
Kalimat yang merupakan ragam bahasa  resmi ialah…..

a.
Para hadirindipersilahkan mengisi tempat.

b.
Selanjutnya sambutan Kepala Sekolah, waktu kami persilahklan.

c.
Untuk mempersingkat waktu, baiklah saya mulai acara ini.

d.
Pemimpin upacara dipersilahkan untuk mengambil tempat.

e.
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya.

15.
Unsur yang hanya ada pada resensi buku fiksi adalah…..

a.
identitas buku.

b.
nama pengarang

c.
perwatakan.

d.
keunggulan.

e.
kelemahan.

16.
Banyak warga desa yang menjual tanahnya kepada oknum pejabat Pemda dengan harga rendah, bahkan sampai Rp.15.000,00 per meter persegi. Padahal, tanah tersebut mempunyai nilai strategis  bila jembatan lalu lintas pulau itu sudah dibangun. Tanah yang bernilai  pasar Rp. 200.000,00 per meter persegi itu dijual pemiliknya demi kepentingan proyek pemerintah.

Tanggapan yang sesuai dengan isi paragraf di atas adalah…

a.
Hal itu tidak perlu dipermasalahkan karena harga tanah disana sebelum ada proyek memang hanya Rp.15.000,00

b.
Pemeritah hendaknya memberi perlindungan dan penerangan kepada warga sekitar lokasi agar tidak tertipu.

c.
Rakyat memang masih penakut, begitu mudahnya oknum itu menekan mereka demi kepentingan sendiri.

d.
Rakyat memang masih bodoh, begitu mudahnya mereka ditipu oknum yang tidak bertanggung jawab.

e.
Itulah akibatnya bila kita bodoh dan penakut. Pada saat orang lain memperoleh keuntungan, kita mudah saja ditakut-takuti dan ditipu orang yang tidak bertanggung jawab.
17.
Sebanyak 15 orang tewas dalam bencana tanah longsor dan banjir di Kecamatan Purworejo dan Kecamatan Bagelan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sekitar 53 km dari Kota Yogyakarta. Longsor yang terjadi hari Kamis (29/1) malam sekitar pukul 22.00 itu juga menghabiskan sedikitnya 10 rumah dan 3 mobil. Dengan kejadian ini, banyak kelompok LSM mengecam pihak tertentu yang melakukan penebangan hutan secara liar.
(Kompas, 30 Januari, 2004)


pernyataan kritikan atas bencana tersebut yang disertai alasan logis terdapat pada kalimat……..

a.
Saya sangat sependapat dengan kecaman LSM.

b.
Saya kurang sependapat dengan kecaman LSM yang tidak memberi solusi.

c.
Pelaku penebangan hutan secara liar harus dikenai sanksi karena merusak lingkungan yang menyebabkan bencana longsor.

d.
LSM pekerjaannya hanya dapat mengecam setelah bencana terjadi.

e.
Pelaku penebangan hutan secara liar harus diberi sanksi dengan tegas.

18.
Berikut ini merupakan pernyataan dukungan, kecuali…

a.
Saya sependapat dengan keputusan pemerintah yang menghentikan impor daging sapi dari AS karena untuk mencegah penularan penyakit sapi gila.

b.
Kita mendukung keputusan menghentikan impor daging sapi dari AS.

c.
Saya sependapat dan mendukung keputusan pemerintah menghentikan impor daging sapi karena untuk melindungi peternak dalam negeri.

d.
Penyakit sapi gila dapat menular pada manusia. Oleh karena itu, keputusan pemerintah menghentikan impor disambut baik.

e.
Sebaiknya pemerintah tidak buru-buru menghentikan impor daging dari AS.

19.
Pokok informasi paragraf pada nomor 17 adalah……..


a.
Longsor dan banjir di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menewaskan lima belas orang.

b.
Longsor itu terjadi pada hari Kamis (29/1)  malam pukul 22.00

c.
Kelompok LSM mengecam pihak tertentu yang melakukan penebangan hutan secara liar.

d.
Penyebab longsor di Purworejo adalah penebangan hutan secara liar.

e.
Letak Kabupaten Purworejo sekitar 53 km dari Yogyakarta.

20.
Nilai Rata-rata Pelajaran Bahasa Indonesia
 















Berdasarkan tabel di atas  dapat disimpulkan bahwa…..

a.
semakin lama nilai semakin turun

b.
tidak ada perkembangan

c.
berkembang biasa

d.
semakin lama nilainya tetap.

e.
semakin lama nilai ulangan semakin tinggi
21.
Padamu jua
…
Satu kekasih
Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa

          Di mana Engkau
          Rupa tiada
          Suara sayub
          Hanya kata rangkai hati
                                        (Amir Hamzah)

Tema puisi di atas adalah…….


a.
Kerinduan kepada Tuhan

b.
Penderitaan yang dalam

c.
Kesedihan seseorang

d.
Penderitaan yang mendalam

e.
Kesunyian yang mencekam

22.
Kemudian, ia sampai pada pemikiran bahwa yang jauh tetaplah di kejauhan. Yang dekat tetaplah pada kedekatan, kecuali yang jauh itu mendekat atau yang dekat itu menjauh. Miliknya akan tetap miliknya, kecuali ia rebut atau ia lepaskan. Begitu pun yang bukan miliknya akan menjadi miliknya jika merebutnya atau menerimanya dari orang lain.
Kenangan dan imajinasi akan tetap seperti apa adanya. Dan kenyataan adalah di mana kita  berada. Lalu, bocah itu tersenyum dengan penuh kemenangan. Kemenangannya atas sang nasib yang kini tidak akan bisa lagi mereng-gut kebahagiaannya.
                                                              (“Hujan”, Yeni Puspyta)

tema penggalan cerpen di atas adalah….. 

a.
sesuatu yang jauh tidak akan ada pernah dekat.

b.
pasang surut nasib seseorang.

c.
nasih harus diperjuangkan.

d.
tidak menyerah pada nasib.

e.
kita harus menerima kenyataan hidup.

23.
Ibu, barangkali Atik tidak akan terus bekerja di Kementerian Luar Negeri. Dalam gelap suara berisik itu terasa seperti angin malam, aku ingin meneruskan pekerjaan ayah di Dinas kehutanan.

Penggalan cerpen tersebut didominasi unsur intrinsik……

a.
setting

b.
Watak

c.
Alur

d.
tema

e.
Amanat

24.
     Dan sebentar lagi Bejo ulang tahun. Tayib dan Kartini pun tahu. Mereka tahu, tapi mereka tidak punya apa-apa untuk itu. Sementara Bejo tampak selalu riang, ke mana-mana selalu bercerita kepada teman-temannya bahwa ia akan berulang tahun, akan ada makan-makan, akan mengundang teman-teman. Berulang kali Bejo bertanya pada Toyib, Kartini, dan si mbahnya  dan mereka selalu mengiyakan dengan tegas dan meyakinkan, padahal hati mereka tertikam oleh jawaban yang keluar dari mulut mereka.
(“Ulang Tahun Itu”, Gusti Harselo Age)


Amanat cerpen diatas adalah ….

a.
Kasih sayang orang tua kepada anak

b.
Tidak perlu berbohong kepada anak.

c.
Berikan kasih kepada anak.

d.
Hubungan orang tua dengan anak.

e.
Jangan di tunda-tunda.

25.
“Cepaaaat! Masa waktu tinggal sepuluh menit, kita baru mengerjakan tiga buah soal?” kata Desi.
“Kalian, sih, membuat soal yang aneh-aneh,”jawab Lussie.
”Aku tidak tahu-tahu!” kata Desi, “yang penting harus selesai!”

watak Desi pada penggalan cerpen tersebut ialah……

a.
Cari perhatian orang lain.

b.
Baik hati dan penyabar

c.
Pendiam dan cengeng

d.
Mudah marah dan suka mengkritik

e.
Pemarah dan tidak sabaran

26.
Nama majalah                              :       Horison
Judul Artikel                               :       Pencinta Negeri yang bertepuk sebelah
                                                            tangan
Penulis                                         :       Agus R. Sarjono
Tanggal terbit                              :       Tahun XXXVI, No.8/Agustus 2002

Penulisan daftar pustaka yang benar dari sumber di atas adalah…….

a.
Agus R.S. “Pencinta Negeri yang Bertepuk Sebelah Tangan,” Horison, No.8 Tahun XXXVI, Agustus  2002.

b.
Sarjono, A.R. “Pencinta Negeri yang Bertepuk Sebelah Tangan,” Horison, No.8 Tahun XXXVI, Agustus  2002.

c.
Agus R.S. “Pencinta Negeri yang Bertepuk Sebelah Tangan,” Horison, No.8 Tahun XXXVI, Agustus  2002.

d.
Sarjono, A.S. “Pencinta Negeri yang Bertepuk Sebelah Tangan,” Horison, No.8 Tahun XXXVI, Agustus  2002.

e.
Agus R.S. Pencinta Negeri yang Bertepuk Sebelah Tangan, Horison, No.8 Tahun XXXVI, Agustus  2002.

27.
Kejadian begitu cepat. Aku pulang pukul 12.00 siang. Pukul 12.15, aku parkir motorku di halaman sekolah, lalu berlari ke tempat fotokopi. Pukul 12.20 selesailah KTP-ku difotokopi. Pukul 12.22 aku sudah sampai kembali ke tempat parkir motor. Dan, motorku sudah lenyap. Hanya kutinggalkan tujuh menit.

Paragraf diatas  termasuk karangan…..

a.
Narasi

b.
Persuasi

c.
argumentasi

d.
Eksposisi

e.
Deskripsi

28.
Beberapa pohon didalam kebun tidak berbunga seperti tanaman lainnya. Padahal, pohon tersebut selalu disiram dan diberikan pupuk. Apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi? Ternyata pohon tersebut tidak mendapatkan cahaya matahari karena terhalang pohon besar yang berada di pinggir pagar.

Bacaan tersebut diklasifikasikan ke dalam bentuk penalaran…..

a.
Induksi sebab-akibat 1 dan 2

b.
Induksi generalisasi

c.
Induksi analogi

d.
Induksi sebab-akibat

e.
Induksi akibat-sebab

29.
Keprihatinan saat ini muncul sebab tamatan Sekolah Menengah Atas dilecehkan masyarakat, sedangkan dunia usaha tidak dapat memanfaatkan mereka lantaran mereka dianggaptidak dapat memenuhi kualifikasi yang ditentukan. …………setiap sekolah harus mampu mengasah ketrampilan siswa agar lulusannya sesuai dengan permintaan pasar.

Kata hubung antarkalimat yang tepat untuk mengisi rumpang di atas adalah……

a.
Sehingga

b.
Tetapi

c.
Maka

d.
Karena

e.
Oleh karena itu

30.
Setiap tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia selalu memperingati hari ulang tahun kemerdekaannya dengan meriah. Begitu juga dengan tahun ini, terasa lebih meriah daripada tahun lalu. Berbagai kegiatan yang bersifat menghibur selalu mengundang  perhatian masyarakat. Hal ini terlihat dari para remajanya yang menjadi panitia beberapa kegiatan. Sementara itu, anak-anak sangat antusias mengikuti berbagai perlombaan.

Penggunaan inbuhan memper-/-i dalam paragraph di atas terdapat pada kalimat ke…..

a.
Pertama

b.
Kedua

c.
Ketiga

d.
Keempat

e.
Keliama

31.
Pernyataan yang tidak sesuai dengan penulisan resensi  adalah…..

a.
Bagaimana karakteristik buku tersebut?

b.
Mengapa Anda membeca buku tersebut?

c.
Bagaimana kualitas buku tersebut?

d.
Siapa penulisnya?

e.
Kalangan apa yang pantas membaca buku tersebut?

32.
 Makna imbuhan memper-/-i  pada kat memperingati adalah……

a.
Memberi

b.
Mengadakan sesuatu

c.
Memyebebkan sesuatu

d.
Melakukan

e.
Membuat jadi

33.
Pengarang amat cermat memberikan gambaran tentang watak. Watak cerita si Teto (anak kolong yang dilahirkan di Garnisun Magelang) yang beringasa dilukiskan dengan kenakalan, keberanian, kenekatan, sinis, dan sarkastis, tetapi juga romantis. Si teto, yang kaya perasaan dan emosi, kecewa dan geram terhadap Belanda yang harus kalah dan terpaksa kagum kepada pemimpin-pemimpin republik yang dianggapnya kampungan.

Penggalan resensi novel Burung-Burung Manyar karya Y.B. mangunwijaya di atas mengulas……

a.
Perwatakan

b.
Tema

c.
Alur

d.
Amanat

e.
Latar

34.
Robert (37 tahun), Senin malam lalu, dipukuli oleh tiga pemuda di sebuah rumah di jalan A. Yani, Palembang. Berdasarkan keterangan korban kepada polisi, perlakuan biadab itu bermula ketika ia berkenalan dengan salah seorang pelaku di sebuah kendaraan umum di Palembang ketika hendak pulang ke rumahnya.

Tanggapan yang logis dari ilustrasi tersebut adalah…..

a.
Wajar saja jka Robert kalah karena hanya seorang dan tidak mengkin melawan tiga orang.

b.
Percuma saja hal itu dilaporkan pada polisi karena tidak mungkin pelakunya ditemukan.

c.
Sebaiknya Robert melawan penjahat itu dengan kemampuan beladiri yang dikuasainya.

d.
Mengapa Robert ingin berkenalan dengan orang yang tidak dikenal?

e.
Perlakuan semacam itu biasa terjadi di negara kita dan tidak perlu dilaporkan kepada polisi.



35.
Pada hari Selasa (23/12), Gubernur Sutiyoso melakukan memberlakukan “3 in I” plus. Artinya, memberlakukan perluasan kawasan pembatasan penumpang  (KPP) atau tree in one plus yang pagi-sore. Padahal, three in one sebelunya pun dinilai tidak efektif. Entah terpengaruh teduh dan tenangnya hari libur Natal, banyak warga menyambut pengumuman ini tenang-tenang saja.
(Kompas, 27 Desember 2003)

Pernyataan kritik yang tidak sesuai dengan isi paragraf di atas adalah……

a.
Saya kurang sependapat dengan kebijaksanaan Penprov DKI yang malakukan three in one plus  karena sebelumnya pun tidak efektif.  

b.
Menurut Saya, pemberlakuan three in one plus itu kurang tepat karena kemacetan terjadi hmpir di semua ruas jalan di Jakarta.

c.
Pemberlakuan three in one plus kurang mendapat sambutan dari masyarakat.

d.
Saya sangat tidak sependapat dengan kebijaksanaan pemerintah DKI yang buru-buru meluncurkan sistem busway karena prasarananya belum dibangun.

e.
Pemberlakuan three in one plus  tidak akan berpengaruh banyak dalam mengurangi kemacetan.

36.
Pernyataan dukungan terdapat pada kalimat…..

a.
Bagaimana pun akan Saya dukung jika Adik saya menjadi caleg.

b.
Agar memperoleh suara terbanyak, pasti kita harus mendaptkan dukungan dari arus bawah.

c.
Saya sependapat denganpernyataan presiden ketika pidatoh di Gedung DPR.

d.
Saya sependapat jika pernyataannya masuk akal.

e.
Saya kurang sependapat dengan pernyataan penyaji yang kurang didukung fakta.

37.
Pokok informasi paragraf nomor 35 adalah…..

a.
Gubernur Sutiyoso meberlakukan three in one plus

b.
Kawasan three in one plus diperluas

c.
Di Jakarta diberlakukan kawasan pembatasan penumpang.

d.
Three in one plus sebelumnya tidak efektif

e.
Pemberlakuan three in one plus ditanggapi dengan tenang.
38.
Kerajaan Pasir Batang diperintah raja yang adil bijaksana. Prabu Tapa Agung  namanya. Beliau dianugrahitujuh orang putri. Berturut-turut mereka itu adalah Purbararang, Purbadewata, Purbaendah, Purbakancna, Purbamanik, Purbaleuwih, dan si bungsu Purbasari. Ketujuh putrid itu sudah meningkat remaja dan semuanya cantik. Yang paling cantik dan paling manis budinya adalah Purbasari.
Prabu Tapa Agung, walaupun sudah lanjut usia dan sudah saatnya turun tahta, belum merasa leluasa untuk menyerahkan mahkota.Purbararang, putrid sulungnya belum dapat beliau percayai sepenuhnya. Sang Prabu merasa bahwa sebagai putrid sulung, perangai perbararang tidak sesuai dengan yang diharapkandari seorang pemimpin kerajaan. Purbararang punya sifat angkuhdan kejam, sedangkan Indrajaya, tunangannya adalah seorang pesolek. Bangsawan muda itu akan lebih banyak memikirkan pakaian dan perhiasan dirinya daripada mengurus keamanan dan kesejahteraan rakyat.
(Lutung Kasarung, Cerita Rakyat dari Jawa Barat)

amanat yang tepat dalam kutipan cerita rakyat di atas adalah………

a.
Negara membutuhkan pemimpin yang jujur dan baik hati.

b.
Seorang pemimpin harus memiliki sifat sederhana.

c.
Jangan memberikan jabatan pemimpin kepada orang yang buruk perangainya.

d.
Jangan percaya kepada orang yang angkuh, kejam dan sombong.

e.
Seornag pemimpin harus bijaksana.

39.
   Konsumsi 4 sehat 5 sempurna


Pernyataan yang paling tepat berdasarkan grafik di atas adalah …

a.
Masyarakat yang tidak pernah mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurnasebelum krisis jauh lebih banyak dari pada sesudah krisis.

b.
Masyarakat yang tidak setipa hari mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna persentasenya paling tinggi, baik sesudah maupun sebelum krisis.

c.
Masyarakat yang setipa hari makan 4 sehat 5 sempurna meningkat 9% setelah krisis.

d.
Masyarakat yang tidak pernah makan 4 sehat 5 sempurna menurun 3 % sesudah krisis.

e.
Masysrakat yang tidak setiap hari makan 4 sehat 5 sempurna sebelum krisis jauh lebih tinggi 6 % dibandingkan sesudah krisis.

40.
Makna imbuhan ke-/-an  pada kata ketiduran dalam kalimat diatas adalah…..

a.
Menyatakan tempat

b.
Menyatakan proses

c.
Menyatakan hal

d.
Menyatkan sesuatu

e.
Menyatakan tidak disengaja





41.

…… tumbuhan, termasuk bangsa rumput yang menrupakan pengganggu bagi tanaman. Istilah pertanian yang tepat digunakan untuk rumpang kalimat di atas adalah . . . .


a.
gulma

b.
hama

c.
wereng

d.
pestisida

e.
Herbisida

42.
Kata yang menggunakan imbuhan asing terdapat pada kalimat . . . .

a.
Mereka melakukannya dengan penuh kesadaran.

b.
Waktu mudany produktif.

c.
Presiden membuka pameran produk dalam negeri

d.
PT Pindad tidak hanya membuat peralatan militer.

e.
Apapun yang kita lakukan harus sah secara hokum.

43.
                                 Tirani

Tirani adalah kata
Yang melahirkan banyak pengertian
Yang tak berkata
Tirani adalah pikiran
Yang dipindahkan kedalam slogan
Yang merantau pikiran
Tirani adalah kebebasan
Di tengah padang tandus tak bertepi
Yang melimpahkan kebebasan
Tirani adalah kekuasaan
Yang bertahta di atas segala penggelapan
Yang menimbulkan kekuasaan
(Bur Rasuanto)
Puisi di atas bertema . . . .

a.
kekuasaan

b.
kezaliman

c.
kemunafikan

d.
kebebasan

e.
kritik social

44.
        “Ya, caranya bermacam-macam, tetapi juga harus dengan cara hati-hati dan baik-baik, misalnya bertanya kepada pemimpin perusahaan mengenai masalah itu. Akan tetapi, ingat! Jangan disampaikan dalam bentuk ramai-ramai atau unjuk rasa sebab nanti bisa meresahkan masyarakat,” jawab Maman.
        “Iya …yah, tetapi siapa yang berani jadi perwakilan kita ? Sebab tentu dia pun takut dianggap yang bukan-bukan sehingga dikeluarkan dari perusahaan,” kata Ahmad.
        “Memang itulah kekhawatiran kita. Mau berniat baik menuntut hak sebagai pekerja, kadang-kadang dianggap sebagai penghasut dan perusak ketenangan kerja dan perusak ketenangan kerja dan lain-lain,” desah Hadi.

Tema cerpen di atas adalah . . . .  

a.
demontrasi

b.
menuntut keadilan

c.
unjuk rasa

d.
keadilan

e.
Keberanian

45.
        “Sudahlah, Tin, tidak apa-apa, toh, sakit Bejo belum lama. Jangan berpikir yang macam-macam. Kita butuh uang biar besok Bejo bisa langsung dibawa ke dokter. Kebutuhan kita, kan, banyak. Barangkali saja malam ini banyak rezeki.” Percayalah Tin, Tuhan Maha Pemurah.” Kata Toyib sambil mengenakan kaos oblongnya.
          “Tapi, Kang.
           “ Sudah, jaga Bejo baik-baik. Percaya saja sama yang kuasa,” kata Toyib sambil mencium istrinya dan kemudian Bejo.
(“Ulang Tahun Itu “, Gusti Harselo Age)

Amanat yang terdapat dalam cerita pendek diatas adalah . . . .

a.
Uang segalanya bagi mereka.

b.
Kita sangat tergantung pada dokter.

c.
Kebutuhan manusia bermacam-macam.

d.
Kita harus yakin akan kuasa Tuhan.

e.
Jika sakit masih baru, kita tidak perlu ke dokter.

46.
       “Aku tidak mau melihatmu menangis,” ucap Michel. Aku tidak menjawab, hanya menggelengkan kepala.
       Satu setengah bulan. Apakah yang bisa terjadi dalam jangka waktu selama itu? Dunia begitu beragam dan padat oleh serba macam peristiwa. Tiba-tiba aku tidak bisa menahan tangisku. Aku takut. Sekali lagi aku takut akan kehilangan seseorang yang telah mendapat tempat dihatiku. Bibirku gemetar dan mataku memanas. 

Watak tokoh Michel dalam cerita di atas, kecuali . . . .

a.
lembut

b.
tenang

c.
sabar

d.
emosional

e.
Setia

47.
       Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di surau tuan puteri itu.

Nilai yang ada pada cerita klasik tersebut adalah . . . .

a.
Nilai sosial

b.
Nilai moral

c.
Nilai budaya

d.
Nilai agama

e.
Nilai pendidikan

48.
Maut tidak memandang umur, baik tua maupun muda pasti akan mati.
Pribahasa yang tepat untuk pernyataan diatas ialah . . . .

a.
Seperti api dalam sekam

b.
Bunga gugur putik pun gugur

c.
Bayang-bayang sepanjang badan

d.
Besar pasak daripada tiang

e.
Habis manis sepah dibuang

49.
Topik yang tidak dapat dikembangkan menjadi karangan narasi adalah . . . .

a.
Kronologis tertangkapnya kelompok Jamaah Islamiah

b.
Biografi Soekarno

c.
Cerita Gunung Tangkupan Perahu

d.
Kronologis tragedy Mina di Saudi Arabia

e.
Pendapat para ahli tentang prospek ekonomi Indonesia mendatang
50.
     Panen merupakan masa yang ditunggu-tunggu oleh petani. Bagi petani cokelat, buah yang akan dipanen adalah buah yang sudah masak dan ditandai dengan perubahan warna. Buah muda yang berwarna hijau akan berwarna kuning jika telah masak. Sejak terbentuknya buah sampai masak, dibutuhkan waktu lebih kurang enam bulan. Umumnya, pertumbuhan buah menjadi sempurna setelah 143 hari dan masak setelah 170 hari.

Intisari bacaan di atas adalah . . . .

a.
Buah cokelat boleh dipanen jika sudah matang (berwarna kuning atau oranye)

b.
Buah cokelat yang masak berumur 170 hari

c.
Pemetikan buah cokelat harus dilakukan dengan pisau yang tajam agar tidak merusak pertumbuhan

d.
Buah dipetik jika betul-betul sudah masak agar kadar gulanya tidak berkurang.

e.
Buah cokelat boleh dipanen jika benar-benar sudah masak, berwarna kuning atau oranye, atau yang sudah berumur 170 hari agar kadar gulanya tidak berkurang







PERIBAHASA

1. Bulat air kerana pembetung, bulat manusia kerana muafakat
Maksud : Kata sepakat yang dicapai dalam mesyuarat.

2. Darah daging
Maksud : Anak dan saudara-mara daripada keturunan sendiri.

3. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
Maksud : mengalami susah senang bersama-sama.

4. meninggi diri
Maksud : Sombong

5. bermuka dua
Maksud : Tidak jujur.

6 baik hati
Maksud : Bersikap baik dan penyayang (suka menolong).

7. tulang belakang
Maksud : Punca kekuatan/ orang harapan

8. bara yang digenggam biar sampai jadi arang
Maksud : Mengerjakan sesuatu yang sukar hendaklah sabar, sehingga mencapai kejayaan.

9. bagai kaca terhempas ke batu
Maksud : Sangat sedih atau kecewa.

10. melentur buluh biarlah dari rebungnya
Maksud : Mendidik anak biarlah sejak mereka kecil lagi.

11. duduk sama rendah, berdiri sama tinggi
Maksud : dua orang atau pihak yang sama darjat dalam adat

12. seperti lembu dicucuk hidung
Maksud : Orang yang selalu menurut kemahuan orang

13. yang berat sama dipikul, yang ringan sama dijinjing
Maksud : Bersama-sama menghadapi atau mengerjakan sesuatu.

14. dayung sudah di tangan, perahu sudah di air
Maksud : segala-gala yang dikehendaki sudah diperoleh.

15. terang hati
Maksud : Lekas pandai.

16. rendah hati
Maksud : Tidak sombong

17. murah hati
Maksud : Pemurah.

18. tak lapuk dek hujan, tak lekang dek panas
Maksud : Adat yang tidak berubah; sesuatu yang tetap utuh.

19. Tangan kosong
Maksud : Hampa.
1. lintah darat
Maksud : Peniaga yang mengambil keuntungan yang terlalu tinggi.

2. bagai aur dengan tebing
Maksud : Hubungan yang rapat antara sama sama yang lain dan saling membantu.

3. anak dagang
Maksud : Orang luar yang datang menetap di sesuatu tempat

4. Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, lebih baik di negeri sendiri
Maksud : Walau bagaimanapun kelebihan di negara orang, tetap negeri sendiri lebih baik lagi.

5. kalau takut dilambung ombak, jangan berumah di tepi pantai
Maksud : Kalau takut berhadapan dengan penderitaan , lebih baik jangan melakukan sesuatu yang susah


6. indah khabar daripada rupa
Maksud : Perkhabaran tentang sesuatu perkara yang dilebih-lebihkan.

7. hati gajah sama dilapah, hati kuman sama dicecah
Maksud : Pengagihan yang sama banyak.

8. bukit sama didaki, lurah sama dituruni
Maksud : Perhubungan yang sangat akrab, senang susah bersama.

9. kacang lupakan kulit
Maksud : Orang yang melupakan asalnya atau orang yang pernah menolongnya setelah mendapat kesenangan.

10. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung
Maksud : Menurut adat atau peraturan di tempat yang kita diami atau tinggal.

11. masuk kandang kambing mengembek, masuk kandang kerbau menguak
Maksud : Menyesuaikan diri dengan tempat dan keadaan

12. ibarat telur sesangkak, pecah sebiji, pecah semua
Maksud : kesilapan yang dilakukan oleh seseorang menyebabkan orang lain yang menerima akibatnya..

13. memerah otak
Maksud : Berfikir dengan bersungguh-sungguh.

14. kalau tidak dipecahkan ruyung, manakan dapat sagunya
Maksud : Tak akan tercapai maksudnya kalau tak mahu berusaha dan bersusah payah

15. berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian
Maksud : Bersusah payah terlebih dahulu untuk mendapatkan kesenangan pada kemudian hari.

16. yang bulat tidak datang menggolek, yang pipih tidak datang melayang
Maksud : Sesuatu benda tidak akan datang tanpa usaha

17. sedikit-sedikit, lama-lama jadi bukit
Maksud : Sabar mengerjakan sesuatu lama-lama berhasil juga.

18. bak cendawan tumbuh selepas hujan
Maksud : Terlalu banyak pada sesuatu masa.

19. bulat air kerana pembetung, bulat manusia kerana muafakat.
Maksud : Kata sepakat yang dicapai dalam mesyuarat.

20. yang kita kejar tak dapat, yang kita kendong pula berciciran
Maksud : Bernasib malang kerana setelah memperoleh sesuatu, tetapi yang sudah di tangan hilang pula.

21. mencari jalan
Maksud : Berikhtiar menyelesaikan sesuatu perkara.

22. biar mati anak, jangan mati adat
Maksud : orang yang kuat perpegang pada adat.

23.sediakan payung sebelum hujan
Maksud : Berjaga-jaga dulu sebelum mendapat sesuatu bencana.

24. berbesar hati
Maksud : Gembira.

25. anak buah
Maksud : a. Anak saudara. b. Pekerja di bawah jagaan kita.

26. tuan rumah
Maksud : tempat berlangsungnya sesuatu acara

27. yang lama dikelek, yang baharu didukung
Maksud : Adat yang lama tetap diamalkan di samping budaya hidup yang baharu.

28. batu penghalang
Maksud : Halangan

29 untung anak lelaki cari-carikan, untung anak perempuan nanti-nantikan
Maksud : orang lelaki yang merisik bakal isterinya.

30. bagai ikan pulang ke lubuk
Maksud : a. Orang yang pulang ke tempat asal. b. Kehidupan yang senang.

IDIOM/UNGKAPAN

1. Idiom
Idiom atau disebut juga dengan ungkapan adalah gabungan kata yang membentuk arti baru di mana tidak berhubungan dengan kata pembentuk dasarnya. Berikut ini adalah beberapa contoh idiom dengan artinya :
- cuci mata = cari hiburan dengan melihat sesuatu yang indah
- kambing hitam = orang yang menjadi pelimpahan suatu kesalahan yang tidak dilakukannya
- jago merah = api dalam kebakaran
- kupu-kupu malam = wanita penghibur atau pelacur komersial
- ringan tangan = kasar atau suka melakukan tindak kekerasan
- hidung belang = pria yang merupakan pelanggan psk atau pekerja seks komersil
2. Peribahasa
Peri bahasa adalah suatu kiasan bahasa yang berupa kalimat atau kelompok kata yang bersifat padat, ringkas dan berisi tentang norma, nilai, nasihat, perbandingan, perumpamaan, prinsip dan aturan tingkah laku. Berikut ini adalah beberapa contoh peribahasa dengan artinya :
- Di mana bumi dipijak di sana langit di junjung
artinya : jika kita pergi ke tempat lain kita harus menyesuaikan, menghormati dan toleransi dengan budaya setempat.
- Tiada rotan akar pun jadi
artinya : tidak ada yang bagus pun yang jelek juga tidak apa-apa.
- Buah yang manis biasanya berulat
artinya : kata-kata yang manis biasanya dapat menyesatkan atau menjerumuskan.
- Tak ada gading yang tak akan retak
artinya : Tidak ada satu pun yang sempurna, semua pasti akan ada saja cacatnya

Kamis, 03 November 2011

makna kata

RAGAM MAKNA
MAKNA KONSTRUKSI, MAKNA KONTEKSTUAL DAN MAKNA KONSEPTUAL
oleh:
Colin Widi Widawati
K1208024
RAGAM MAKNA
MAKNA KONSTRUKSI, MAKNA KONTEKSTUAL DAN MAKNA KONSEPTUAL
A. Pendahuluan
Semantik adalah ilmu yang mempelajari tentang makna bahasa, perkembangan dan perubahannya. Makna adalah pertautan yang ada diantara unsur-unsur bahasa itu sendiri (terutama kata-kata) (Fatimah, 1993: 5). Dalam kajian semantik, terdapat berbagai aspek makna yang dapat dianalisis, seperti permasalahan tentang makna, ragam makna, relasi makna, perubahan makna dan penamaan. Permasalahan tersebut akan muncul ketika seseorang mulai untuk mempelajarinya lebih dalam. Dalam hal objek yang dibahas adalah tentang ragam makna yang jenis-jenisnya begitu banyak.
Sarwiji (2008: 68) mengungkapkan berbagai macam makna yang ada dalam ragam makna diantaranya makna leksikal, gramatikal, struktural, konstruksi, kontekstual, konseptual, kognitif, deskriptif, ideasional, referensial, asositif, pusat, luas, sempit, intensional, ekstensional, denotatif, konotatif, hakikat, afektif, emotif, klokatif, idiomatikal, kiasan, stilistika, proposisional, piktoial, gereflekter, tematis, kata dan makna istilah. Banyak orang yang belum paham benar dengan perbedaan ragam-ragam makna. Perlu penjelasan yang lebih rinci agar masyarakat dapat mengetahui perbedaan dan penggunaan makna dalam bahasa Indonesia.
Dalam makalah ini akan diperjelas apa yang dimaksud dengan makna konstruksi, makna kontekstual, dan makna konseptual. Tujuannya adalah agar  masyarakat dapat mengetahui jelas perbedaan-perbedaan dari makna-makna tersebut. Sehingga, masyarakat pun akhirnya tahu penggunaan dan mampu mengidentifikasi dalam pengajaran bahasa Indonesia termasuk dalam golongan makna manakah sebuah kajian kebahasan dalam kehidupan sehari-hari.
B. Permasalahan
Dari uraian di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apa sebenarnya arti makna konstruksi?
2. Apakah hakikat dari makna kontekstual?
3. Apakah yang dimaksud dengan makna konseptual dan padanannya?
C. Pembahasan
1. Makna Konstruksi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi keempat, konstruksi adalah susunan dan hubungan kata dalam kalimat atau kelompok kata. Menurut Fatimah (1999:12) makna konstruksi dijelaskan dalam berikut ini.
Makna Konstruksi (bhs. Inggris construction meaning) adalah makna yang terdapat dalam konstruksi, mis., makna milik yang diungkapkan dalam urutan kata di bahasa Indonesia. Di samping itu, makna milik dapat diungkapkan melalui enklitik sebagai akhiran yang menunjukkan kepunyaannya.
Menurut Sarwiji (2008: 71) yang dimaksud dengan makna konstruksi (construction meaning) adalah makna yang terdapat dalam konstruksi kebahasaan. Jadi, makna konstruksi dapat diartikan sebagai makna yang berhubungan dengan kalimat atau kelompok kata yang ada didalam sebuah kata dalam kajian kebahasaan.
Seperti yang dicontohkan oleh Fatimah (1999:12), makna milik merupakan makna kontruksi. Seperti pada kata telponnya, rumahmu, gaunku, dan kemeja ayah. Pada morfem yang dicetak miring adalah salah satu contoh penggunaan makna konstruksi. Biasanya makna konstruksi pada makna milik dinyatakan dengan urutan leksem atau menggunakan akhiran kepunyaan, seperti akhiran -nya, -ku, -mu dan lain-lain.
2. Makna Kontekstual
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat, yang dimaksud konteks adalah bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mengandung atau menambah kejelasan makna. Menurut Susilo yang dimaksud dengan konteks adalah segenap informasi yang berada disekitar pemakaian bahasa, bahkan termasuk juga pemakaian bahasa yang ada disekitarnya (Preston, 1984:12).
Sarwiji (2008:71) memaparkan bahwa makna kontekstual (contextual meaning; situational meaning) muncul sebagai akibat hubungan antara ujaran dan situasi pada waktu ujaran dipakai. Beliau juga berpendapat bahwa makna kontekstual adalah makna kata yang sesuai dengan konteksnya (2008:72). Dalam buku linguistik umum Chaer mengungkapkan bahwa makna kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada di dalam konteks.  Makna konteks juga dapat berkenaan dengan situasinya yakni tempat, waktu, lingkungan, penggunaan leksem tersebut (1994:290).
Dari beberapa uraian diatas maksud dari makna kontekstual dapat diartikan sebagai makna kata atau leksem yang berada pada suatu uraian atau kalimat yang dapat mengandung atau menambah kejelasan makna, yang dipengaruh oleh situasi, tempat, waktu, lingkungan penggunaan kata tersebut. Artinya, munculnya makna kontekstual bisa disebabkan oleh situasi, tempat, waktu, dan lingkungan. Misalnya, penggunaan makna kontekstual adalah terdapat pada kalimat berikut.
a.       Kaki adik terluka karena menginjak pecahan kaca.
b.      Nenek mencari kayu bakar di kaki gunung.
c.       Pensilku terjepit di kaki meja.
d.      Jempol kakinya bernanah karena luka infeksi.
Penggunaan kata kaki pada kalimat diatas, bila ditilik pada konteks kalimatnya memiliki makna yang berbeda. Pada kalimat (a), kata kaki berarti ‘alat gerak bagian bawah pada tubuh makhluk hidup’. Sedangkan pada kalimat (b), kata kaki disana memiliki arti ‘bagian bawah dari sebuah tempat’. Untuk kalimat (c), kata kaki merupakan ‘bagian bawah dari sebuah benda’. Berbeda dengan kalimat (d), kata kaki disana memiliki makna ‘bagian dari alat gerak bagian bawah makhluk hidup’. Kata kaki pada hakikatnya, mengandung maksud bagian terbawah dari sebuah objek. Tetapi, dalam penggunaa kata tersebut juga harus disesuaikan dengan konteks, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam pengartian kata kaki.
3. Makna Konseptual
a. Makna Konseptual
Kamus Besar Bahasa Indonesia mengunkapkan yang dimaksud dengan konsep adalah rancangan; ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret; gambaran mental dari objek, proses, atau apa pun yang ada di luar bahasa, yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain. Konseptual diartikan sebagai hal-hal yang berhubungan dengan konsep. Chaer juga menuliskan dalam bukunya makna konseptual yaitu makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun (1994: 293).
Dapat dikatakan pula bahwa, makna konseptual merupakan makna yang ada pada kata yang tidak tergantuk pada konteks kalimat tersebut. Makna konseptual juga disebut dengan makna yang terdapat dalam kamus. Contoh dari makna konseptual adalah kata ‘ibu’ yakni ‘manusia berjenis kelamin perempuan dan telah dewasa’.
Makna konseptual sebuah leksem dapat saja berubah atau bergeser setelah ditambah atau dikurangi unsurnya (Sarwiji, 2008:73). Contohnya pada kata atau leksem demokrasi. Leksem tersebut dapat diperluas unsurnya menjadi demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, dan demokrasi pancasila, maka makna konseptual tersebut akan berubah.
b. Makna Konseptual Sama Dengan Makna Denotatif
Sarwiji (2008:73) juga menggambarkan bahwa makna konseptual bisa disebut makna denotatif, yaitu makna kata yang masih merujuk pada acuan dasarnya sesuai dengan konvensi bersama. Makna denotatif sendiri merupakan makna yang lugas, dasar dan apa adanya. Chaer mengartikan makna denotatif adalah makna asli, makna asal, atau makna sebenarnya yang dimiliki oleh sebuah leksem. Makna denotatif mengacu makna asli atau makna sebenarnya dari sebuah kata atau leksem (1994: 292).
Jadi, makna denotatif adalah makna yang terkandung dalam sebuah kata atau leksem yang diartikan secara lugas, polos, asli, apa adanya, sebenarnya dan masih mengacu pada satu sumber atau konvensi bersama. Dengan begitu makna denotatif merupakan makna dasar. Lawan makna denotatif adalah makna konotatif, yang lebih mengandung nilai rasa emotif dalam penggunaannya.
Contoh makna denotatif sebenarnya sama dengan makna konseptual tadi. Namun, untuk lebih jelasnya yang termasuk contoh makna denotatif adalah ‘bunga’ diartikan sebagai ‘bagian tumbuhan yang digunakan sebagai alat reproduksi atau berkembang biak’.
c. Makna Konseptual Sama Dengan Makna Referensial
Dalam blognya Susilo mengungkapkan juga, bahwa makna konseptual sama dengan makna denotatif dan referensial. Sedangkan makna denotatif sama artinya dengan makna konseptual.
Makna refensial adalah makna sebuah kata atau leksem kalau ada refernsnya, atau acuannya. Jadi, sebuah kata atau leksem dikatakan bermakna referensial jika ada referensnya atau acuannya (Dwi, 2008). Referens merupakan unsur luar bahasa yang ditunjuk oleh unsur bahasa. Setaningyan mencontohkan kata-kata seperti kuda, merah, dan gambar adalah termasuk kata-kata yang bermakna referensial karena ada acuannya dalam dunia nyata.
Referensi menunjuk hubungan antara elemen-elemen linguistik dan dunia pengalaman di luar bahasa (Sarwiji, 2008:75). Sehingga harus ada acuannya di dalam dunia nyata ini. Contoh dari makna referensial ini sama dengan makna konseptual dan makna denotatif, karena artinya pun sama, yaitu pada kata ‘pensil’ yang berarti ‘alat yang digunakan untuk menulis dan dapat dihapus dengan karet penghapus’.
d. Makna Konseptual Sama Dengan Makna Leksikal
Makna Konseptual sama artinya dengan makna denotatif. Makna Denotatif adalah makna asli atau sebenarnya yang dimiliki sebuah kata, sehingga makna denotatif sama dengan makna leksikal (Rini Eka, 2008). Makna leksikal adalah makna leksem atau kata yang diartikan ketika tidak dipengaruhi konteks atau saat leksem tersebut berdiri sendiri.
Makna leksikal merupakan kata yang bersifat dasar, hubungan gramatika dan belum mengalami konotasi yang mengacu pada sebuah lambang kebahasaan. Makna leksikal adalah makna yang bersifat lugas dan merupakan makna yang sebenar-benarnya. Dalam makna ini, sebuah kata masih murni dan belum menyiratkan makna-makna lain. Makna leksikal juga lebih dikenal dengan makna yang berada dalam kamus dan mengacu pada makna yang disepakati bersama.
Sama halnya dengan makna-makna sebelumnya yaitu, makna konseptual, makna denotatif, dan makna leksikal, makna leksikal memiliki contoh kata yang berdiri sendiri. Contoh tersebut adalah ‘buaya’ yang berarti ‘binatang melata karnivora purba yang hidup di air dan memiliki sisik tajam’. Arti kata itu berlaku pada kalimat berikut ‘Adik melihat penangkapan buaya di pinggir sungai’. Tidak berlaku pada kalimat berikut ‘Lelaki itu terkenal dengan sebutan lelaki buaya dikalangan wanita”. Pada kalimat kedua, kata buaya bukan lagi sebagai makna leksikal, konseptual, denotatif maupun makna referensial.
Dari beberapa uraian diatas mengandung maksud bahwa makna konseptual adalah makna yang sebenarnya, asli, polos, lugas, tidak tergantung pada konteks, masih merujuk pada acuan dasar sebuah kata. Makna konseptual secara gampang dijelaskan sebagai makna yang ada didalam kamus. Makna konseptual juga berarti makna denotatif, makna referensial, dan makna leksikal.
D. Simpulan dan Saran
1. Simpulan
Dari makalah diatas dapat disimpulkan bahwa hakikat dari makna konstruksi adalah makna yang berhubungan dengan kalimat atau kelompok kata yang ada didalam sebuah kata dalam kajian kebahasaan.
Untuk makna kontekstual merupakan makna kata atau leksem yang berada pada suatu uraian atau kalimat yang dapat mengandung atau menambah kejelasan makna, yang dipengaruh oleh situasi, tempat, waktu, lingkungan penggunaan kata tersebut.
Sedangkan makna konseptual merupakan makna yang ada pada kata yang tidak tergantuk pada konteks kalimat tersebut. Makna konseptual sama artinya dengan makna denotatif, makna referensial, dan makna gramatikal.
2. Saran
Pendalaman sebuah ragam makna sangat penting dalam proses pemahaman bahasa, terutama bahasa Indonesia. Hal ini bertujuan agar masyarakat Indonesia tahu tentang makna kebahasaan secara lebih jelas dan gamblang. Sehingga, masyarakat tidak asing dan mampu membedakan dan memilah-milah ragam makna tersebut.
Untuk itu, penulis menyarankan agar masyarakat Indonesia mau mencintai dan mempelajari bahasa Indonesia secara mendalam sebagai rasa patriotisme terhadap bangsa. Mau membaca dan mau mempelajari kajian bahasa Indonesia terutama pada kajian semantik atau ilmu makna. Hal ini bertujuan agar masyarakat Indonesia bisa mengidentifikasi ragam makna dalam bahasa Indonesia dan padanaannya. Terutama mampu memahami makna konstruksi, makna kontekstual dan makna konseptual.
DAFTAR PUSTAKA

Chaer, Abdul. 1993. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia.
Djajasudarma, Fatimah. 1993. Semantik 1 Pengantar Ke Arah Ilmu Makna. Bandung: Eresco.
___________________. 1999. Semantik 2 Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: Refika Aditama.
Dwi, Wakhyu. 2008. http://pgsdunnes2008.wordpress.com/2008/10/23/wakhyu-dwi_1402408077_bab-7/ diakses pada 14 Oktober 2009 pukul 21.14 WIB
Eka, Rini. 2008. http://pgsdunnes2008.wordpress.com/ diakses pada 14 Oktober 2009 pukul 21.14 WIB
Setyaningyan. 2008. http://pgsdunnes.blogspot.com diakses pada 14 Oktober 2009 pukul  20.28 WIB.
Setyawan, Adi Susilo. 2009. http://susilo.adi.setyawan.student.fkip.uns.ac.id/2009/04/12/tataran-linguistik-semantik/ diakses pada 14 Oktober 2009 pukul 21.07 WIB
Supardo, Susilo. 1988. Bahasa Indonesia Dalam Konteks. Jakarta: Depdikbud.
Suwandi, Sarwiji. 2008. Semantik Pengantar Kajian Makna. Yogyakarta: Media Perkasa.

Jumat, 14 Oktober 2011

3.500 Sarjana Direkrut Jadi Guru di Pelosok

  • Berbonus Beasiswa PPG
SEMARANG-Sekitar 3.500 sarjana pendidikan akan direkrut sebagai guru di pelosok Indonesia. Setelah setahun mengajar, mereka akan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan biaya pemerintah.

Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Sudijono Sastroatmodjo mengemukakan hal itu, Rabu (12/10), terkait dengan penunjukan universitasnya sebagai salah satu pelaksana program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia itu.

”Unnes bersama 12 lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) lainnya akan segera merekrut calon peserta sekaligus kelak menjadi tempat pelaksanaan PPG,” katanya.
Mereka, lanjut Rektor, akan ditempatkan di wilayah yang lazim disebut 3T, yakni terdepan, terluar, dan tertinggal. Wilayah tersebut antara lain Provinsi Aceh, Kepulauan Riau, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara.

Menurut Sudijono, selama mengajar di wilayah pelosok tersebut, mereka akan mendapatkan biaya hidup setiap bulan. ”Setelah itu, mereka kembali ke LPTK tempat mendaftar sebelumnya untuk mengikuti PPG dan begitu lulus, jadilah sebagai guru profesional,” katanya seraya menambahkan, para peserta merupakan sarjana pendidikan lulusan empat tahun terakhir dan ber-IPK minimal 2,75.
”Unnes sebagai bagian tak terpisahkan dari Kemdiknas, sudah tentu melaksanakan program ini sebaik-baiknya untuk turut memajukan Indonesia secara bersama-sama,” tandasnya.

Percepatan

Terpisah, Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti Prof Supriadi Rustad tak lepas dari permasalahan pendidikan yang senantiasa membelit wilayah pelosok. ”Antara lain kekurangan guru, disparitas kualitas,  mismatched, distribusi tidak merata, tingginya angka putus sekolah, dan rendahnya angka partisipasi sekolah,” katanya.
Alasan lain, peningkatan mutu pendidikan di wilayah itu perlu dikelola secara khusus dan sungguh-sungguh. ”Apalagi daerah 3T memiliki peran strategis dalam memperkokoh ketahanan nasional dan keutuhan NKRI. Dengan begitu, perlu percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T dengan memberdayakan sarjana pendidikan dalam rangka pembekalan calon pendidik profesional melalui program ini,” ungkap dia.

Pendaftaran akan dibuka di 12 LPTK, termasuk Unnes pada 20-29 Oktober 2011 melalui website unnes.ac.id. Selanjutnya seleksi digelar 30 Oktober hingga 1 November. Sebelum diberangkatkan oleh Mendiknas pada 21 November, mereka akan mendapatkan berbagai pembekalan di LPTK penyelenggara.(sasi-75)
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak_indeks_kat